Genre Ranking
Get the APP HOT
Home > Fantasy > The Beautiful Palace Lady from 2000's
The Beautiful Palace Lady from 2000's

The Beautiful Palace Lady from 2000's

Author: : Stella Cat
Genre: Fantasy
Joseon Dynasty Fiction- Korean Fiction (this story is not related to the original history of the Joseon Dynasty). Jang Mi, a talented chef who worked at Hotel Moonbich, suddenly sucked into a portal that open in front of the bus stop. Together with her friends, Jang Mi tried to escape from the portal but no avail. They didn't come to help the hotel staff. So, Jang Mi, Ru Na also others were stranded in the 18th century Joseon Dynasty and then immediately arrested by Prime Minister Sung. The cruel prime minister had been killed the palace lady, Minister Lee's wife, also want to seize the King's throne. He worked with the chief lady-in-waiting, soldiers, and eunuchs to fulfill his wish to become the new king of the Joseon dynasty. After becoming a palace lady, Jang Mi fell in love with the crown prince, and vice versa Before the Crown Prince married Crown Princess Park, Jang Mi and the Crown Prince secretly escaped from the palace through the portal that Moonbich Hotel staff had first passed through. While they were running away, the palace was in chaos and a war broke out in it. Weiming and Sung Bin helped the soldiers attacked the prime minister's men, they took out their ultimate move. In Seoul, Jang Mi asked Mr. Nam to give his blessing to her relationship with the Crown Prince, but it turns out that Mr. Nam had secretly set up Jang Mi with the CEO of Moonbich Hotel. Betrayal, rebellion and the struggle for the throne with a spice of romance, fantasy, drama and a little horror and action.

Chapter 1 Delete, change

Usai berbincang di taman kampus, kedua mahasiswi tersebut pergi ke kantin untuk makan siang. Kemudian, mereka melanjutkan percakapan mereka yang seru dan cukup menarik. Ngobrol tentang orientasi studi, acara penerimaan mahasiswa baru akhir pekan di Lembang, dan cowok paling ganteng di fakultas.

Setiap fakultas dan jurusan pasti memiliki mahasiswa yang diidolakan oleh para mahasiswa, apakah benar demikian? Siapakah anak laki-laki yang akan menjadi idola Natalie di masa depan, apakah dia generasi yang lebih tua dari 98, atau anak laki-laki lain yang akan segera menjadi murid populer di antara teman-teman sekelasnya?

Kantin kampus menjual berbagai macam makanan dan minuman, mulai dari nasi goreng, mie bakso, jus jeruk, dan lain sebagainya. Awalnya Natalia bingung memilih menu makan siang, mau pilih nasi goreng yang harum dan enak atau mie bakso sapi?

Dia kebanyakan tinggal di rumah sepulang sekolah, dan bahkan sekarang dia tidak ingin menghabiskan waktu lama di kampus jika bukan untuk kursus berikutnya.

Natalie sengaja tidak pulang karena kampusnya cukup jauh dari rumahnya, sedangkan kuliah selanjutnya jam satu. Pengantar Ilmu Politik dari jam 8 sampai jam 9.30 pagi, Sosiologi jam 10 sampai jam 11.30 pagi.

Waktu perjalanan dari kampus ke rumah kurang lebih setengah jam, jadi lebih baik menunggu di kampus daripada pulang menggunakan kendaraan umum.

Chapter 2 Deleted..

Selesai mengikuti kegiatan pertama di aula wisma, semua mahasiswa baru dan para kakak senior kembali ke ruang makan untuk bersantap malam bersama sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya yakni jurit malam.

Natalie dan kedua temannya sangat bersemangat ketika mereka balik ke ruang makan, tentu saja karena mahasiswa baru itu merasa lapar sekaligus bosan duduk berlama lama di aula.

Di sana, seperti biasa Natalie bergabung dengan Fio dan Pauline. Makan malam telah tersedia di atas meja panjang beralaskan kain berwarna cream, sungguh nikmat dan harum aroma masakan yang tertata begitu rapinya.

Mereka juga berbaris, mengantri untuk mengambil makanan mereka masing masing. Edmund dan kakak senior lainnya berdiri di barisan paling belakang sambil menoleh ke Peter, dan mengobrol dengan Ketua Presiden Mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga tersebut.

Ah, kamu juga ganteng, kok. Kamu jangan rendah diri begitu, biarpun Jacky gantengnya kayak aktor Holywood tapi sampai sekarang dua belum punya pacar, betul gak?" seloroh Peter dengan raut wajah mengejek.

"Ha, ha ... betul, betul."

"Ya udah, kita mengantri lagi saja yuk."

"Yuk, kamu mau duduk sama saya lagi atau sama Shirley??"

"Saya duduk sama kamu aja, Ed. Saya gak mau berdekatan dengan cewek itu, saya tidak menyukainya karena dia agresif," gerutu Peter, sebal.

"Tapi dia cantik, lho. Shirley juga pintar, menarik, dan--"

"Dan menyebalkan," umpat Peter memotong ucapan temannya.

"Sstt ... kamu jangan ngomong keras keras, nanti dia dengar, lho." Edmund menyuruhnya memelankan suaranya, lalu ia melirik ke arah gadis terpopuler di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu, Shirley tiba tiba muncul di ruang makan dengan penampilan yang berbeda.

Gadis berparas manis, cantik jelita, bermata bulat dan indah, kedua alis yang tebal, hidung mancung, serta bibir tipisnya yang berwarna merah merekah, membuat semua mata pemuda tertuju kepadanya.

Kehadiran Shirley di situ tentu meramaikan suasana di ruang makan yang sebelumnya cukup hening, hanya terdengar suara suara piring, sendok, dan garpu saling beradu.

Pada barisan sebelah kanan, beberapa pemuda yakni Alex, Edo, Bryan, Andre, serta Gavin tidak henti hentinya memandang kakak angkatan 99 itu dari kepala hingga ke ujung kaki, sampai sampai mereka tidak bergeming sedikitpun di tempatnya masing masing.

Chapter 3

Macam macam dialog tag

1. Netral

- ujar

- salam

- celetuk

- ucap

- desak

- kata

- pamit

- harap

- pesan

- cetus

- tutur

- papar

- ungkap

- tandas

- tanya

- tegur

- sapa

- ajak

- panggil

- pungkas

- tegas

- ajak

- pinta

- tunjuk

- beber

- seloroh

- cakap

- lontar

- akunya

2. Netral sebagai respon

- sahut

- lanjut

- jawab

- tawar

- tolak

- sambut

- sanggah

- imbuh

- terang

- balas

- tangkas

- tambah

- sambung

- jelas

- sela

- sosor

- tukas

- potong

- kilah

- usul

- putus

- protes

- urai

- saran

- berondong

- timpal

- kekeh

- kelit

- deham

3. Ada Emosi

- sindir

- hina

- gerutu

- sungut

- rengek

- tekad

- resah

- cemooh

- ejek

- kelakar

- canda

- cela

- ledek

- gerundel

- puji

- keluh

- adu

- perintah

- cibir

- tuntut

- decit

- cicit

4. Emosi Bernada Rendah

- bisik

- gumam

- decak

- desah

- rintih

- desis

- sesal

- ulang

- lirih

- racau

- batin

- ringis

- hembus

- goda

- rajuk

5. Emosi Bernada Tinggi

- jerit

- geram

- usir

- bentak

- berang

- hardik

- teriak

- tuduh

- tampik

- tantang

- pekik

- tekan

- sembur

- seru

- erang

- serang

- cecar

- raung

- sergah

- murka

- dengus

- ketus

- marah

Download Book

COPYRIGHT(©) 2022